
| Title | : | Analisis Determinan Keterlambatan Penemuan Kusta di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2024 |
| Author | : | |
| Date | : | 4 2025 |
| Abstract | : | Latar Belakang Kusta adalah penyakit infeksi kronis akibat Mycobacterium leprae yang masih menjadi tantangan kesehatan global. Meskipun secara global telah terjadi penurunan jumlah kasus, angka disabilitas tingkat 2 (G2D) tetap tinggi. Kabupaten Gunungkidul memiliki proporsi G2D: 13% pada 2021, 20% pada 2022, dan 10% pada 2023, diatas target nasional 5%, yang menunjukkan keterlambatan deteksi dini. Selain itu, sistem surveilans di Kabupaten Gunungkidul juga menghadapi tantangan dalam pencatatan dan pelaporan. Oleh karena itu diperlukan tindak lanjut dalam melakukan evaluasi program penemuan kusta secara komprehensif. Tujuan dan Manfaat Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi determinan keterlambatan penemuan kusta di Kabupaten Gunungkidul, baik secara implementasi program penemuan kusta, sistem surveilans maupun faktor perilaku pencarian pengobatan oleh kontak kusta. Hasil penelitian diharapkan memberikan rekomendasi penyusunan kebijakan strategis berbasis bukti untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas program penemuan kusta. Metode Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di Kabupaten Gunungkidul pada Januari – November 2025 menggunakan desain studi campuran (mixed method). Data kualitatif berupa evaluasi program penemuan kusta dan sistem surveilans, sementara data kuantitatif berupa analisis determinan perilaku pencarian pengobatan kusta dengan desain observasional analitik cross-sectional, yang mencakup faktor predisposisi (pengetahuan, sikap, dan persepsi), faktor penguat (dukungan keluarga dan petugas kesehatan), dan faktor pendukung (aksesibilitas layanan). Data primer dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara semi-terstruktur, dan observasi lapangan, sementara data sekunder diperoleh dari dokumen program dan sistem pelaporan kusta. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan uji univariat, bivariat (chi square), dan multivariat (regresi logistik), sedangkan data kualitatif dianalisis secara konten. Total subjek penelitian terdiri dari 326 responden, yaitu 62 pengelola program kusta sebagai subjek data kualitatif yang diambil menggunakan total sampling dan 264 responden kontak erat kusta sebagai subjek data kuantitatif yang diambil melalui stratified random sampling. Mendukung the Sustainable Developmen Goals (SDGs) Number 3 : good health and well-being |
| Group of Knowledge | : | Kesehatan Masyarakat |
| Original Language | : | Bahasa Indonesia |
| Level | : | Nasional |
| Status | : |
| No | Title | Action |
|---|---|---|
| 1 |
2014_dr_ Riris Andono Ahmad, MPH, Ph_D_Skema Dosen Mhs S2.pdf
Document Type : Kontrak
|
View |
| 2 |
40672502271111298477_signed_Berita Acara Hasil Seleksi Presentasi Damas 2025.pdf
Document Type : Dokumen Pendukung Karya Ilmiah (Hibah, Publikasi, Penelitian, Pengabdian)
|
View |
| 3 |
40672507161303219713_signed_4110_Surat Keterangan Ketua dan Anggota Peneliti Penerima Hibah Damas Penelitian 2025.pdf
Document Type : Dokumen Pendukung Karya Ilmiah (Hibah, Publikasi, Penelitian, Pengabdian)
|
View |