| Abstract |
: |
Sektor bangunan secara global bertanggung jawab atas 36% konsumsi energi final, lebih dari 55% permintaan listrik, dan lebih dari 39% emisi karbon dioksida (CO2). Berbagai cara diusahakan untuk menghemat konsumsi energi pada bangunan, termasuk salah satunya pemanfaatan material insulasi jendela yang dapat meminimalkan kerugian termal. Pada pengembangan teknologi jendela hemat energi ini, kayu menjadi salah satu material yang potensial melalui proses delignifikasi yang menghilangkan kelompok kromofor penyerap cahaya dan menginfiltrasi polimer pada substrat kayu. Kayu sendiri telah secara luas digunakan pada bangunan, memiliki biaya yang kompetitif, sifat densitas rendah, modulus tinggi, kekuatan dan ketangguhan tinggi, serta konduktivitas termal rendah. Meninjau karakteristik struktural dan fungsional kayu, studi terhadap potensi penggunaan kayu sebagai biokomposit perlu dilakukan untuk melihat peluang penggunaanya sebagai material jendela. Riset dalam mengaplikasikan komposit kayu transparan sebagai material insulasi pada jendela ini dilaksanakan selama 8 bulan di Laboratorium Teknologi Proses dan Kimia Nuklir (TPKN) Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika FT UGM. Menggunakan kayu lokal (jati, meranti, dan kamper), fabrikasi dilakukan dengan tahapan preparasi sampel, proses delignifikasi veneer kayu, impregnasi polimer dan polimerisasi, serta perlakuan permukaan untuk mendapatkan jendela kayu transparan. Pengujian kemudian dilakukan untuk mendapatkan karakteristik visibilitas, termal, spektroskopi, dan mekanik beberapa jenis kayu. Dari berbagai pengujian tersebut, analisis data dilakukan secara statistik komparatif dengan peninjauan two-way ANOVA untuk menentukan korelasi komparatif sampel. Selain itu, analisis juga dilakukan menggunakan regresi linear dua arah untuk menggambarkan estimasi signifikansi variabel independen terhadap variabel dependen dalam studi ini. |