ACADSTAFF UGM

CREATION
Title : Gagal Jantung Pada Pasien Kanker Payudara Yang Mendapatkan Kemoterapi: N - Terminal Pro B-Type Natriuretic Peptide (NTproBNP) Sebagai Faktor Prediktif Untuk Deteksi Dini
Author :
Date : 0 2017
Abstract : Latar Belakang: Gagal jantung pada penderita kanker payudara yang mendapat kemoterapi adalah tantangan utama bagi onkologis dan kardiologis. Akhir-akhir ini telah dikembangkan NTproBNP sebagai alat untuk mendiagnosis gagal jantung. Masalahnya adalah bagaimana akurasi diagnostik dari NTproBNP sebagai tes diagnostik yang akan diteliti dalam mendiagnosis gagal jantung pasien kanker payudara yang mendapat kemoterapi? Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk: a) mengkaji insiden kumulatif dan faktor-faktor prediktif gagal jantung pada pasien kanker payudara yang mendapat kemoterapi, b) menguji NTproBNP sebagai faktor prediktif gagal jantung pada pasien kanker payudara yang mendapat kemoterapi, c) menentukan sensitivitas dan spesifitas NTproBNP sebagai deteksi dini gagal jantung pada pasien kanker payudara yang mendapat kemoterapi. Rancangan: Kohort retrospektif untuk mengkaji insiden kumulatif dan faktor-faktor prediktif terjadinya gagal jantung pada pasien kanker payudara yang mendapatkan kemoterapi. Kohort prospektif untuk menguji NTproBNP sebagai faktor prediktif dan menentukan sensitivitas dan spesifitas NTproBNP sebagai deteksi dini gagal jantung. Setting Populasi: Penelitian di Rumah Sakit Kanker Dharmais sebagai pusat rujukan kanker nasional. Sampel (Penderita atau Subyek): Penderita kanker payudara yang mendapat kemoterapi yang berusia 25-65 tahun. Intervensi atau Faktor Eskposur: Ekokardiografi dan NTproBNP sebagai intervensi. Faktor risiko berupa tindakan kemoterapi dan radioterapi serta beberapa faktor risiko lainnya seperti: umur, grade dan stadium kanker payudara, dan penyakit komorbid. Penilaian Hasil Penelitian: Terjadinya gagal jantung yang dideteksi oleh alat diagnostik setelah mendapatkan kemoterapi. Hasil: Penelitian tahap I didapatkan insiden kumulatif kejadian gagal jantung pasien kanker payudara setelah mendapatkan kemoterapi hingga siklus ketiga 30,4% (45 pasien) dan setelah kemoterapi keenam menurun menjadi 27% (40 pasien). Pasien kanker payudara yang mendapatkan kemoterapi sampai siklus ketiga kelompok umur > 50 tahun kemungkinan mengalami gagal jantung 3 kali lebih banyak dibandingkan kelompok 35-49 tahun (OR 3,37; IK 95% 1,56-7,31). Pasien dengan penyakit komorbid (hipertensi) kemungkinan mengalami gagal jantung hampir 3 kali lebih banyak dibandingkan tidak hipertensi (OR 2,81; IK 95% 1,18-6,70). Pasien umur > 50 tahun mendapatkan kemoterapi sampai siklus keenam mempunyai kemungkinan 6 kali lebih tinggi mengalami gagal jantung dibandingkan kelompok umur 35-49 tahun (OR 6,03; IK 95% 2,65-13,7). Penyakit komorbid dan riwayat pernah mendapatkan radioterapi di daerah dada mempunyai kemungkinan gagal jantung 2 kali lebih banyak setelah kemoterapi keenam dibandingkan yang tidak mempunyai penyakit komorbid atau mendapatkan radiasi di daerah dada sebelumnya (OR 2,88; IK 95% 1,19-6,93) dan (OR 2,18; IK 95% 1,04-4,57). Penelitian tahap II didapatkan titik potong NTproBNP <11>66,36 pg/mL dengan sensitivitas 80%. Kesimpulan dan Saran: Insidensi kumulatif gagal jantung setelah kemoterapi ketiga lebih tinggi dibandingkan setelah kemoterapi keenam, terutama kelompok umur > 50 tahun, memiliki penyakit komorbid (hipertensi) dan riwayat radiasi di daerah dada sebelumnya. Penggunaan kadar NTproBNP disesuaikan dengan kebutuhan klinis. Untuk skrining risiko gagal jantung digunakan kadar NTproBNP dengan sensitivitas tinggi (> 66,36 pg/mL) dan diagnosis tidak mengalami risiko gagal jantung digunakan kadar NTproBNP dengan spesifisitas tinggi (<11>50 years were 3 times higher compared to patients age of 35-49 years (OR 3.37, 95% CI 1.56-7.31). Hypertensive patients have almost 3 times chance to get heart failure compared to normotensive ones (OR 2.81, 95% CI 1.18-6.70). In sixth cycle group, possibility of getting heart failure in patients > 50 years were 6 times higher compared to patients age of 35-49 years (OR 6.03. 95% CI 2.65-13.7). Similar conditions were found if patients have comorbidity or history of radiation in chest area (OR 2.88 and 2.18, 95% CI 1.19-6.93 and 1.04-4.57 respectively). Second stage of thus study found that cut-off level of NTproBNP < 11> 66.36 pg/mL has given 80% sensitivity. Conclussions: Cummulative incident of heart failure in patients with breast cancer receiving chemotherapy was higher after the third cycle compared to sixth cycle of chemotherapy, especially in age of more than 50 years with hypertension and history of radiaton in chest area. Use of NTproBNP levels is tailored to the clinical needs. For heart failure screning, NTproBNP levels are used with high sensitivity (>66.36pg / mL and for diagnosis are used with high specitivity of NTproBNP (<11.8 pg / mL). It is recommended that colleagues provide chemotherapy to be more careful in the selection of chemotherapy drug regimens in breast cancer patients who have a high risk for the occurrence of heart failure, so avoid the occurrence of heart failure after chemotherapy. Kata Kunci : Gagal jantung, Kemoterapi, Kanker payudara, NTproBNP, heart failure, chemotherapy, breast cancer, NTproBNP
Group of Knowledge : Penyakit Jantung
Original Language : Bahasa Indonesia
Level : Nasional
Status :
Document
No Title Document Type Action