
| Title | : | Pengaruh Tingkat Naungan dan Takaran Pupuk Kandang Kambing Etawa terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max (L) Merrill di Lahan Pasir Pantai |
| Author | : |
SUHESTI MUSTIKA N (1) Prof. Dr. Ir. Tohari, M.Sc. (2) Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si. (3) |
| Date | : | 0 2020 |
| Keyword | : | kedelai, naungan, pupuk kandang kambing Etawa, lahan pasir pantai kedelai, naungan, pupuk kandang kambing Etawa, lahan pasir pantai |
| Abstract | : | Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat naungan kritis dan rekomendasi pupuk kandang kambing etawa terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai kultivar Dena-1 yang dibudidayakan di Lahan Pasir Pantai Samas, Bantul. Tujuan jangka panjang dari penelitian ini adalah dapat memberikan informasi yang dapat digunakan sebagai tolok ukur petani dalam menentukan komposisi tanaman pada sistem tumpangsari, pemilihan lokasi tanam, dan takaran pupuk kendang pada tanaman kedelai. Penelitian dilaksakan pada bulan Maret-September 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (split plot design). Faktor utama (main plot) adalah naungan dengan tingkat 0%, 25%, dan 50%. Faktor kedua (sub plot) adalah pupuk kandang kambing Etawa takaran 0 ton/ha (kontrol), 10 ton.ha-1, dan 20 ton.ha-1. Data yang dikumpulkan meliputi parameter lingkungan, fisiologi, dan agronomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan naungan berpengaruh nyata terhadap luas daun 42 hst, bobot kering tajuk, panjang akar, bobot kering tanaman 63 hst, bobot segar tanaman 42 dan 63 hst, bobot kering tanaman 63 hst, jumlah polong hampa dan berisi, umur mulai berbunga, umur mulai terbentuk polong, dan umur panen. Takaran pupuk kandang kambing Etawa berpengaruh nyata pada luas daun dan indeks luas daun 21 hst, jumlah daun, panjang akar, bobot segar dan kering tanaman 63 hst. Bobot segar akar 21 dan 42 hst, rasio akar/tajuk, jumlah polong hampa dan berisi, dan hasil kedelai. Terdapat interaksi antar perlakuan pada kadar klorofil a dan klorofil total 42 hst, koefisien a dan c tinggi tanaman 42 hst, panjang akar 63 hst. Tingkat naungan kritis terjadi pada naungan 59,25% pada takaran pupuk kandang kambing Etawa 20 ton.ha-1dan naungan 58,16% pada takaran pupuk 0 ton.ha-1. Kombinasi perlakuan yang paling baik adalah taraf naungan 25?ngan pupuk kandang kambing Etawa 10 ton.ha-1. |
| Group of Knowledge | : | Budidaya Pertanian dan Perkebunan |
| Original Language | : | Bahasa Indonesia |
| Level | : | Nasional |
| Status | : |
Published
|
| No | Title | Action |
|---|---|---|
| 1 |
34876-169837-2-PB.pdf
Document Type : [PAK] Full Dokumen
|
View |
| 2 |
COVER VEGETALIKA KEDELAI.pdf
Document Type : [PAK] Halaman Cover
|
View |
| 3 |
DAFTAR ISI VEGETALIKA KEDELAI.pdf
Document Type : [PAK] Daftar Isi
|
View |
| 4 |
EDITORIAL VEGETALIKA.pdf
Document Type : [PAK] Halaman Editorial
|
View |
| 5 |
Korespondensi Pengaruh Naungan dan Takaran Pupuk Kambing Etawa.pdf
Document Type : [PAK] Bukti Korespondensi Penulis
|
View |