
| Title | : | Problema Pemilihan Jenis Pohon di Pantai Selatan Yogyakarta Berdasarkan Aspek Ekologis dan Ekonomis Hasil Hutan Bukan Kayu |
| Author | : |
Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU. (1) |
| Date | : | 0 2015 |
| Keyword | : | pesisir selatan Yogyakarta,HHBK,pemilihan jenis pesisir selatan Yogyakarta,HHBK,pemilihan jenis |
| Abstract | : | Pantai Selatan Yogyakarta memiliki topografi pesisir, muara sungai dan tebing terjal. Pada pesisir yang berpasir landai masyarakat telah lama mengembangkan pertanian pantai dengan memanfaatkan vegetasi pioner. Dalam rangka meningkatkan hasil pertanian, berbagai jenis tanaman penghijauan diupayakan. Demikian pula pengembangan daerah muara sungai dengan menggunakan jenis mangrove. Keberhasilan upaya rehabilitasi tersebut nampaknya ditentukan oleh pemilihan jenis pohon yang sesuai secara ekologi dan hasil hutan bukan kayu (HHBK)-nya yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam tempo sesingkat mungkin. Penelitian ini bermaksud menginventarisasi jenis-jenis pohon yang telah dikembangkan oleh masyarakat di Pantai Selatan Yogyakarta dan mengkaji kesesuaiannya dari aspek ekologis dan ekonomis. Penjelajahan di lokasi penelitian dan skoring pada jenis-jenis pohon target dilakukan selama 2013-2014. Publikasi terkait juga dipelajari untuk memetakan jenis pohon yang dipilih, manfaat yang diperoleh dan permasalah yang dihadapi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan deskriptif kuantitatif. Cemara udang (Casuarina equisetifolia) saat ini menjadi jenis primadona yang dikembangkan oleh masyarakat pesisir, terutama di daerah berpasir landai. HHBK jenis ini sangat bervariasi mulai dari pemanfaatan daun hingga buahnya. Akasia auri (Acacia auriculiformis) dan gamal (Gliricidia sepium) yang telah lama dikembangkan mulai ditinggalkan mengingat pada saat musim kemarau menggugurkan daunnya. Pandan (Pandanus tectorius) yang merupakan tanaman asli pantai selatan juga tidak dikembangkan oleh masyarakat walau secara ekologi sangat sesuai. Jenis-jenis lainnya yang banyak ditanam di Pantai Selatan Yogyakarat baru sebatas berfungsi sebagai pohon penaung. Pada muara sungai, pemilihan jenis-jenis mangrove menemui kendala karena lapisan pasir yang tebal dan hempasan ombak yang besar. Manfaat ekonomi HHBK jenis mangrove bagi masyarakat juga belum ditemukan. |
| Group of Knowledge | : | |
| Level | : | Nasional |
| Status | : |
Published
|
| No | Title | Action |
|---|---|---|
| 1 |
EDITORS & OC -Prosiding_Peranandan_Strategi_Kebijakan_Pemanfaatan_HHBK - Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada-1-3.pdf
Document Type : [PAK] Informasi Dewan Redaksi/Editor/Steering Committee
|
View |
| 2 |
DAFTAR ISI - Prosiding_Peranandan_Strategi_Kebijakan_Pemanfaatan_HHBK - Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada-6-9.pdf
Document Type : Daftar Isi
|
View |
| 3 |
FULL PAPER - Problema Pemilihan Jenis Pohon di Pantai Selatan Yogyakarta Berdasarkan Aspek Ekologis dan Ekonomis Hasil Hutan Bukan Kayu.pdf
Document Type : [PAK] Full Dokumen
|
View |
| 4 |
POSTER - Problema Pemilihan Jenis Pohon di Pantai Selatan Yogyakarta berdasarkan Aspek Ekologis dan Ekonomis HHBK Atus Syahbudin.pdf
Document Type : [PAK] Sertifikat Seminar
|
View |
| 5 |
FULL LENGKAP - Poster Prosiding_PERANAN_DAN_STRATEGI_KEBIJAKAN_PEMANFAATAN_HASIL_HUTAN_BUKAN_KAYU.pdf
Document Type :
|
View |
| 6 |
Susunan PANITIA_PERANAN_DAN_STRATEGI_KEBIJAKAN_PEMANFAATAN_HASIL_HUTAN_BUKAN_KAYU.pdf
Document Type : [PAK] Dokumen Susunan Panitia
|
View |