
| Title | : | Bacteriological quality of drinking water andpublic health inspection of refill depots: findingworkable strategies to control the quality |
| Author | : |
Ishak Nurlang (1) Prof. dr. Titik Nuryastuti, M.Si., Ph.D., Sp.MK(K). (2) Prof. Dr. dr. Mubasysyir Hasan Basri, MA. (3) |
| Date | : | 25 2020 |
| Keyword | : | depot air minum, higiene sanitasi, kualitas bakteriologis, pengawasan depot air minum, higiene sanitasi, kualitas bakteriologis, pengawasan |
| Abstract | : | Latar belakang: Air merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda pemenuhannya. Manusia membutuhkan air, terutama untuk minum. Ketersediaan air di dunia ini begitu melimpah ruah, namun yang dapat dikomsumsi oleh manusia untuk keperluan air minum sangatlah sedikit. Salah satu metode yang dilakukan yaitu dengan pengolahan menggunakan depot air minum isi ulang. Kualitas air produksi depot air minum akhir-akhir ini ditengarai semakin menurun, salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengawasan dari pihak instansi pengelola. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara manajemen pengawasan, kondisi higiene sanitasi (tempat, peralatan, penjamah) dan sumber air baku dengan kualitas bakteriologis air minum isi ulang di Kabupaten Luwu Utara. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Luwu Utara. Subjek penelitian adalah semua sarana depot yang memiliki ijin sebanyak 47 depot air minum. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kualitas bakteriologis air minum isi ulang. Variabel bebas adalah manajemen pengawasan, higiene sanitasi (tempat, peralatan, Penjamah) dan sumber air baku. Analisis data penelitian dilakukan dengan univariat, bivariat, multivariat dengan nilai ? = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan jumlah kualitas bakteriologis air minum isi ulang yang memenuhi syarat sebanyak 24 atau (51,06%) dan tidak memenuhi syarat sebanyak 23 atau (48,94%). Ada hubungan antara manajemen pengawasan (p=0,028<0,05), higiene sanitasi (p=0,010<0,05), tempat (p=0,028<0,05), Peralatan (p=0,008<0,05), penjamah (p=0,002<0,05) depot air minum isi ulang dengan kualitas bakteriologis air minum isi ulang. Tidak ada hubungan antara sumber air baku depot air minum isi ulang dengan kualitas bakteriologis air minum isi ulang (p=0,608>0,05). Kesimpulan: Variabel penjamah merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi kualitas bakteriologis air minum. Perlu adanya pelaksanaan pengawasan terutama dari aspek pembinaan terhadap pengelola dan karyawan serta pelaksanaan pelatihan atau kursus higiene sanitasi depot air minum. |
| Group of Knowledge | : | Kebijakan Kesehatan (dan Analis Kesehatan) |
| Original Language | : | Bahasa Indonesia |
| Level | : | Nasional |
| Status | : |
Published
|