ACADSTAFF UGM

CREATION
Title : The Evaluation Of Health Force Placement Policy In Very Remote Public Health Center In Buton Regency
Author :

Herman (1) Prof. Dr. dr. Mubasysyir Hasan Basri, MA. (2)

Date : 3 2008
Keyword : remote areas,retention,health workers,local health system,human resources remote areas,retention,health workers,local health system,human resources
Abstract : Latar Belakang: Salah satu unsur penting yang sangat menentukan dan diharapkan dapat menjadi inovator bagi upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan adalah tenaga kesehatan. Penempatan tenaga kesehatan khususnya di puskesmas sangat terpencil dimaksudkan untuk pemerataan pelayanan kesehatan, namun kenyataannya kebijakan penempatan tenaga kesehatan di puskesmas sangat terpencil di Kabupaten Buton belum merata, disamping itu minat dan motivasi tenaga kesehatan yang ditempatkan di puskesmas sangat terpencil sangat kurang, kalaupun ditempatkan tidak akan bertahan lama, yang dapat dilihat dari tingginya permintaan pindah tugas di daerah perkotaan sehingga terjadi penumpukan tenaga di puskesmas perkotaaan. Tujuan: Untuk mengetahui kebijakan penempatan tenaga kesehatan di puskesmas sangat terpencil Kabupaten Buton Metode: Merupakan penelitian deskriptif, dengan metode kualitatif untuk mengevaluasi kebijakan penempatan tenaga kesehatan di puskesmas sangat terpencil di Kabupaten Buton. Hasil : Kebijakan penempatan tenaga dokter, bidan dan perawat di puskesmas sangat terpencil didukung oleh sarana penunjang yakni rumah dinas dan kendaraan dinas. Kebijakan penempatan terkendala faktor geografis dan intervensi stakeholders didaerah. Tenaga dokter, bidan dan perawat yang ditempatkan tidak retensi tinggal dan bekerja di puskesmas sangat terpencil. Kecilnya penghasilan karena tidak tersedia insentif, pola pengembangan karir yang tidak jelas dan tidak adanya penghargaan bagi mereka yang bekerja di puskesmas sangat terpencil merupakan alasan penting untuk pindah. Perpindahan dilakukan baik antar puskesmas maupun lintas wilayah. Kebijakan penyediaan sarana penunjang belum mampu membuat tenaga retensi tinggal dan bekerja di puskesmas sangat terpencil. Kesimpulan : Kebijakan penempatan tenaga kesehatan belum dapat mengatasi kekurangan tenaga di puskesmas sangat terpencil. Tidak adanya insentif dan ketidakjelasan pengembangan karir dan penghargaan bagi mereka merupakan penyebab tenaga tidak retensi, sehingga di puskesmas sangat terpencil kekurangan tenaga.
Group of Knowledge : Kesehatan Masyarakat
Original Language : Bahasa Indonesia
Level : Nasional
Status :
Published
Document
No Title Document Type Action
1 EVALUASI KEBIJAKAN PENempatatan TENAGA KESEHATAN.pdf
Document Type : [PAK] Full Dokumen
[PAK] Full Dokumen View